Siasat Pakai Prompt AI, Cerdas Menulis dengan Kecerdasan Buatan

Penemuan Artificial Intelligence atau AI merupakan suatu gebrakan di dunia menulis. Bagaimana tidak, jika dulu menulis membutuhkan banyak referensi dan literatur, kini menulis jauh lebih simpel dengan bantuan AI. Dengan fitur AI, orang awam dapat menjadi penulis hanya dengan instruksi tertentu yang diluncurkan pada AI. Akan tetapi, adanya AI tidak serta merta membuat kita menjadi penulis yang profesional, karena banyak yang harus dipahami terlebih dahulu.
Bikin Konten Pakai AI?
Cari Tahu Caranya di SiniAndreas Kaplan dan Michael Haenlein menafsirkan Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) sebagai kemampuan sistem komputer untuk menafsirkan data eksternal dan mengolahnya untuk tugas tertentu. Data eksternal dimaksud yaitu perintah yang dapat diberikan melalui tulisan, atau biasa disebut prompt. Prompt AI bekerja melalui input berupa instruksi, pemrosesan instruksi dari model dan data yang disimpan AI, lalu output berupa hasil dari instruksi.
Menggunakan bantuan AI untuk menulis diibaratkan pimpinan yang memberi arahan pada staf untuk mengerjakan suatu tugas. Arahan yang diberikan harus jelas, detail, dan menghindari ambigu supaya output atau pekerjaan yang dihasilkan sesuai yang kita inginkan. Kita tidak bisa asal memberi perintah pada AI untuk menulis, karena dapat mengakibatkan tulisan tidak terstruktur, tidak orisinal, dan tidak sesuai dengan tujuan penulisan.
Prompt AI adalah dasar dalam penggunaan AI untuk tujuan apapun.
Menulis prompt perlu pemilihan kata-kata yang spesifik serta kalimat yang terstruktur. Jangan menulis dengan prompt yang singkat dan terlalu umum, seperti “Buatlah tulisan mengenai copywriting TV”, karena keluaran yang dihasilkan tidak akan memuaskan. Alih-alih gunakanlah prompt yang detail, sebagai contoh yaitu “Kamu adalah seorang digital marketing, dan kamu ditugaskan membuat copywriting 500 kata tentang TV untuk platform Instagram”.
Tips lain dalam menggunakan prompt AI yaitu membedakan antara open ended prompt (prompt pertanyaan terbuka) dan specific prompt (prompt spesifik). Open ended prompt digunakan untuk memperoleh jawaban yang lebih umum dan bervariasi. Contoh prompt yang digunakan yaitu “apa yang dibutuhkan untuk menjadi penulis”. Sedangkan specific prompt adalah prompt untuk menjawab hal yang lebih detail. Contoh specific prompt yaitu “apa 3 kemampuan utama yang dibutuhkan seorang penulis”.
Penggunaan prompt AI yang tepat serta keanekaragaman kata dapat membuat AI menghasilkan tulisan yang lebih optimal.
Nada tulisan yang santai, formal, maupun humor juga wajib diinstruksikan menyesuaikan dengan jenis tulisan yang diinginkan. Selain itu, prompt AI yang sama dapat menghasilkan tulisan yang berbeda. Untuk itu, tulisan yang dihasilkan AI dapat dimodifikasi dengan tulisan lain sehingga membuat variasi yang unik.
Menggunakan AI tak sesederhana memberikan pertanyaan atau perintah dan berharap AI akan menjawabnya sesuai keinginan kita. Walaupun AI digadang-gadang sebagai kecerdasan komputer yang dapat berpikir layaknya manusia, tentu AI masih memiliki ketidaksempurnaan. Untuk mengakalinya, kita harus menguasai pola berpikir AI yaitu dari prompt yang kita berikan sebagai input.
Siasat memakai prompt AI yang tepat adalah dengan memahami apa yang kita inginkan atau output dari AI.
Tanpa pemahaman itu, hasil dari prompt AI juga tidak akan maksimal, bahkan bisa melenceng. Sama seperti halnya berdiskusi dengan manusia, jika kita sendiri tidak paham apa yang kita bicarakan, bagaimana orang lain paham dan memberikan tanggapan? Tapi jangan khawatir soal kendala penguasaan prompt AI, karena di Kelas Bersama ada pelatihan terkait AI. Salah satu kelas yang diajarkan yaitu Belajar Pakai AI dari Nol: Penggunaan AI untuk Membuat Konten, yang akan memberikan pandangan mendalam mengenai AI dan penggunaannya dalam kebutuhan konten di era teknologi informasi. Segera daftar kelasnya!
